Rancangan Konsep Web dengan Bentuk Sesuai Kebutuhan

Menerima Pemesanan Rancangan Web Untuk Personal ataupun Untuk Enterprise

Pelatihan dan Kursus Pembuatan Website

Membuka Pelatihan dan Kursus Pembuatan Website. Kursus Private ataupun Kelompok.

Pembuatan Website Sesuai Pesanan

Pembuatan Website Sesuai Pesanan. Website Untuk Pribadi ataupun Untuk Perusahaan.

Artikel dan Tutorial Ilmu Komputer

Kumpulan Artikel dan Tutorial Ilmu Komputer. Media Sharing Ilmu Pengetahuan.

Web Development dengan Bentuk Website yang Menarik

Merancang Website dengan Desain yang Menarik Sesuai dengan Pesanan

Tampilkan postingan dengan label CSS. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label CSS. Tampilkan semua postingan

Sabtu, 06 April 2013

Komponen Property Dalam CSS

Property Text Style


Property text style bisa anda gunakan untuk membuat gaya tulisan anda pada web. Adapun komponen text style atau yang berhubungan dengan model atau gaya tulisan/font dari CSS adalah sebagai berikut ini :

  • color
Property ini mengontrol warna dari text penulisannya.
Selector { color : #000000 }
Value bisa berupa warna hexadesimal, atau bisa juga berupa tulisan. Misal untuk warna kuning kita bisa gunakan yellow. 

  • font-weight
Property ini mengontrol tebal dari teks penulisannya .  
Selector { font-weight:100 }
Value bisa anda tulis dengan angka mulai dari 100 dan dilanjutkan dengan kelipatannya atau bisa anda tulis dengan kata 'Bold' atau yang lain.

  • font-family
Property ini digunakan untuk mengatur jenis font yang anda gunakan.
Selector { font-family : arial, Helvetica, san-serif }
Untuk jenis font sebaiknya menggunakan bawaan Windows, jika ingin terbaca oleh seluruh user.

  • font-size 
Property ini digunakan untuk mengatur ukuran font yang anda gunakan.  
Selector { font-size : 12px }
Untuk mengatur ukuran font, anda bisa menggunakan ukuran.. px, em, atau small, medium, large dan lain-lain.

  • font-variant
Property ini digunakan untuk mengatur font yang akan muncul apakah menggunakan huruf kecil atau small caps.
Selector { font-variant : small-caps } atau anda bisa menggunakan normal

  • font-style
Property ini digunakan untuk mengatur style font yang akan digunakan pada text.
Selector { font-style : italic } atau pilihan value lain seperti normal, oblique.

  • text-decoration
Property ini digunakan untuk mengatur style font lanjutan dari font style.  
Selector { text-decoration : underline} atau value lain : line trough, normal, blink, overline.

  • text-transform
Property ini digunakan untuk mengatur kapital font.  
Selector { text-transform : lowercase }, value lain : uppercase, capitalize.

Property Text Layout


Property text layout ini berfungsi untuk mengatur bagaimana efek dari suatu layout suatu tulisan pada halaman website. Property ini lebih berfokus pada penempatan dan tampilan yang ditempatkan pada halaman web anda. Anda bisa mengombinasikan antara tampilan page layout dan text layout supaya tampilan website anda lebih elegant dan sesuai dengan keinginan anda tentunya dan itu yang jelas tidak bisa anda dapatkan pada HTML.

Berikut ini property nya :

  • letter-spacing
Propertty ini digunakan untuk mengontrol jarak space antar karakter.  
Selector { letter-spacing : normal } , untuk value normal maka akan diatur oleh web browser sebagai bentuk justify text.

  • word-spacing
Property ini digunakan untuk mengontrol jarak space antar text atau kata.  
Selector { word-spacing : normal }
 
  • line-height
Property ini digunakan untuk mengatur jarak line atau garis.  
Selector { line-height : normal } 

  • text-indent
Property ini digunakan untuk mengatur dari baris pertama yang masuk agak ke dalam, property ini biasanya digunakan di awal paragraph.
Selector { text-indent : 50px }
 
  • text-align
Property ini digunakan untuk mengatur posisi dari text.  
Selector { text-align : justify }, value lain : left, right, center.

  • vertical-align
Property ini digunakan untuk mengontrol jarak space antar text atau kata.  
Selector { vertical-align : top }, value lain : text-top, text-botoom, bottom, middle, baseline, sub, super.

  • direction
Property ini digunakan untuk mengatur dan menentukan arah dari suatu tulisan pada sebuah website. Selector { direction : ltr }, atau value lain : rtl.
Keterangan : ltr = tulisan yang terbaca dari kiri ke kanan, rtl = tulisan yang terbaca dari kanan ke kiri

  • unicode-bidi
Property ini digunakan untuk mengontrol dan mengarahkan pada tulisan pada unicode.
Selector { unicode-bidi : bidi-override } , value lain : normal, embed.
Baca Selengkapnya ..

Sabtu, 22 Desember 2012

Cara Menggabungkan HTML dengan CSS

Sebenarnya ada tiga macam cara untuk menggabungkan antara file HTML dengan file CSS.
Berikut ini tiga cara untuk menggabungkan file HTML dengan CSS:

1. Inline Style

Inline style adalah cara penulisan file CSS secara langsung kedalam tag HTML, berikut ini contoh penulisan Inline Style :
  <html>
  <head>
  <title> Penggabungan File HTML dan CSS </title>
  </head>
  <body>
  <p>
  <h2 style="color : #FFCC00"> Contoh untuk inline style </h2>
  </p>
  </body>
  </html>

2. Embedded Style

Embedded style merupakan cara penulisan CSS kedalam file HTML perhalaman (page) dan penulisan file CSS sebelum .... tag </head>
Berikut ini contoh penulisannya:
  <html>
  <head>
  <title> Penggabungan File HTML dan CSS </title>
  <style type="text/css">
  h2{
  color:#FFCC00;
  background:#CC0000;
  }
  </style>
  </head>
  <body>
  <p>
  <h2> Contoh untuk Embedded Style </h2>
  </p>
  </h2>
  </body>
  </html>

3.  Link Style
Untuk penulisan link style merupakan penulisan secara terpisah antara file HTML dan file CSS dan kita tinggal memasang link saja, dan pemasangan link anda bisa taruh diantara <head>... </head>.
Untuk cara link style ini yang banyak digunakan oleh para Web Design atau programmer karena cara Link Style adalah cukup satu kali penulisan file CSS yang nantinya dipakai oleh seluruh halaman Website.
Biasanya para Web Designer menamai file Link Style CSS dengan nama style.css
Berikut ini contoh file nya:
  <html>
  <head>
  <title> Penggabungan File HTML dan CSS </title>
  <link href="style.css" rel="stylesheet" type="text/css">
  </head>
  <body>
  <p>
  <h2> Contoh untuk link style </h2>
  </p>
  </body>
  </html>
File CSS biasanya disimpan dengan ekstensi .css atau dengan nama style.css.
  h2 {
  color : #FFCC00;
  background : #CC0000;
  }
Catatan :
  • Untuk menyimpan link ke file style.css penempatannya harus diantara <head>... </head>
  • Anda bisa membuat file.css lebih dari satu sesuai dengan kebutuhan
Baca Selengkapnya ..

Minggu, 09 Desember 2012

Aturan Penulisan CSS

Dalam penulisan CSS ada aturan yang digunakan, pada CSS ada komponen utama dalam penulisannya yaitu Selector dan Declarator.
Perhatikan contoh dasar penulisan CSS di bawah ini :

Selector { Declarator };

Selector merupakan tag dari penulisan HTML semisal h1, h2, p, b dan lain-lain.
Deklarator adalah yang memerintahkan browser untuk membuat tampilan pada selector sesuai dengan perintah yang ada pada declarator.
Sedangkan declarator terdiri dari property dan value.

Contoh kecil :

Biasanya pada penulisan artikel banyak digunakan tag <p> atau paragraf, jika anda ingin merubah penulisan font dari artikel anda pada paragraf, pada CSS penulisannya adalah sebagai berikut:

p { font-family : Arial };

Tag <p> merupakan selector daro paragraf dan yang berada dalam kurung kurawal adalah declaratornya yang memerintahkan browser untuk menampilkan artikel paragraf dengan font Arial. Sedangkan font-family adalah property dan Arial adalah value nya.

Detail rumusnya sebagai berikut :

Selector { property : value };

Rumus di atas merupakan kunci anda untuk meguasai CSS, dan terus anda ingat sebenarnya CSS itu sangat sederhana sekali dan sangat simple.

Selector ID dan Selector Class
Selain selector yang bisa ditulis secara langsung dengan menghilangkan tanda <...>, semisal <p> cukup anda tulis p saja, dan selector lain yang tidak kalah pentingnya yaitu selector ID dan selector Class.
Coba anda bayangkan jika anda mau merubah tampilan tag <p> dan tampilannya berlainan semisal untuk font, anda bisa menentukan tag <p> di CSS tetapi jika pada penulisannya p{font-family:arial} maka semua tag <p> akan dirubah menjadi font Arial semua.
Bagaimana jika salah satu pada tag <p> anda menginginkan font nya dirubah menjadi Verdana, untuk itu anda membutuhkan selector ID dan selector Class.

Selector ID

Fungsi dari selector ID adalah untuk memberi tanda supaya pada tag HTML yang sudah diberi id bisa diberi format lain.

Sebagai contoh :

Penulisan pada tag HTML
<p id="test"> disini anda menulis artikel </p>
<p> Tulisan artikel anda yang lain </p>

Disini anda memberi selector ID dengan nama test, dan pada halaman CSS anda bisa memberi kode sebagai berikut:

p{font-family:verdana};
#test{font-family:arial};

pada selector ID penulisan ID ditandai dengan tanda "#".
yang berarti artikel pada tag p yang sudah diberi ID akan dibaca font menajdi Arial, sedangkan tag p yang lain dibaca menggunakan font Verdana.
 

Selector Class

Untuk selector class fungsinya sama dengan selector id, namun pada selector class anda bisa memberi lebih dari satu selector class, tetapi pada selector id anda tidak bisa memberi nama id yang sama.

Contoh penulisan selector class :

Pada tag HTML:
<p class="media"> Artikel anda disini </p>

Pada CSS :
.media {font-famili:calibri};

Pada selector Class penulisan Class ditandai menggunakan tanda " . "

Kesimpulannya adalah :
Pada kedua selector ini fungsinya sama, namun yang membedakan adalah pada selector ID anda tidak bisa membuat lebih dari satu dengan kata lain selector ID digunakan untuk yang spesifik.
Sedangkan selector class, anda bisa menaruh selector Class pada tag HTML lebih sari satu, namun semua itu nantinya tergantung akan kebutuhan anda.


Baca Selengkapnya ..

Sabtu, 08 Desember 2012

Pengenalan CSS

Apa itu CSS (Cascading Style Sheet)?
Sebelum anda melangkah jauh, penting untuk mengetahui istilah Style Sheet terlebih dahulu. Style sheet adalah text sederhana dengan eksitensi (.css) yang ditulis menurut aturan bahasa pemrograman yang merujuk rekomendasi dari W3C (World Wide Web Consortium)/www.w3.org, yang merupakan badan gabungan dari pemilik web, universitas, perusahaan (seperti : Microsoft, Nestcape, Aple, Opera, Mozilla dan Macromedia) tak luput juga para ahli dalam bidang web.
W3C dapat dikatakan sebagai acuan atau pedoman dalam menentukan teknologi paling mutakhir pada web, tujuannya adalah untuk mengurangi kekacauan kode pada sebuah web serta mempermudah akses web oleh user dari berbagai macam browser.
Rekomendasi yang dikeluarkan W3C merupakan standardisasi dari pengembang web, web desain  dan programming web.
Jika web yang sudah menggunakan kode yang sudah sesuai standarisasi W3C, maka web tersebut akan mudah diakses oleh berbagai macam browser.
Bila anda sudah mempunyai website alangkah baiknya anda memvalidasinya pada W3C apakah sudah memenuhi standar dari W3C, untuk alamatnya silahkan buka link : www.jigsaw.w3.org/css-validator.

Apa yang menjadi keuntungan menggunakan CSS

Pernah salah seorang siswa saya bertanya kepada saya,

"Pak, dengan HTML kan kita sudah bisa membuat website !, mengapa koq saya perlu belajar CSS pula, toh bahasanya kan hampir sama dengan HTML ?".

Saya balik bertanya:

"Itu jika kamu membuat web hanya beberapa halaman saja, coba jika kamu membuat web dengan banyak halaman, apakah kamu selalu membuat setting satu persatu pada halaman web?".

Memang, anda bisa membuat suatu web hanya dengan mengandalkan kode HTML saja tanpa menggunakan CSS, tapi apakah anda sanggup untuk membuat ratusan bahkan ribuan halaman website hanya dengan HTML saja ?, tentu jawabannya tidak !, belum ditambah jika ada masalah dalam pengaksesan oleh user yang menggunakan browser yang berbeda.

Salah satu keuntungan dari menggunakan CSS adalah anda bisa membuat ratusan bahkan ribuan halaman website hanya dengan satu kali penulisan bahasa CSS.

Anda cukup menggunakan satu setting saja pada seluruh halaman website anda.
Sebagai contoh : Anda akan membuat Heading 1 (h1) pada halaman web anda dengan Font Arial dan berwarna Merah, jika tanpa menggunakan CSS anda harus menulis satu persatu halaman web anda yang ada Heading 1, tetapi jika menggunakan CSS, anda cukup satu kali saja membuat penulisan, dan selanjutnya anda hanya tinggal menulis artikel nya saja.
Keuntungan lainnya dalam menggunakan CSS adalah karena CSS sudah menjadi elemen penting dalam pembuatan web yang sesuai dengan teknologi web 2.0 atau web modern yang sudah menjadi tren saat ini dan beberapa tahun yang akan datang.
Memang dengan CSS adalah solusi tepat dalam membuat suatu website.

Fungsi HTML dan CSS pada halaman Web

Menurut rekomendasi dari W3C, untuk pembuatan suatu website, untuk menjadi kerangka dari web tersebut anda perlu menggunakan HTML dan untuk desain dari website anda dituntut untuk menggunakan CSS.

Sebagai contoh :

Jika anda akan membuat suatu artikel web dengan align center, maka pada penulisan HTML anda tidak dianjurkan untuk membuat tag "align" tetapi cukup hanya menulis artikelnya saja dan untuk membuat supaya artikel tersebut sesuai dengan desain, maka anda menggunakan CSS.

Kesimpulannya adalah :

HTML untuk membangun dasar kerangka dan penulisan artikel saja . Dan CSS berfungsi untuk mendesain halaman website.
Baca Selengkapnya ..